Zaman globalisasi terkadang membuat pola pikir orang menjadi
praktis, ingin dapat apa-apa tetapi tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya ingin
menguasai apa-apa, itulah tabiat manusia sejak dilahirkan ke dunia. Berbicara
tentang kekuasaan tidak lepas dari yang namanya politik, sekarang ini situasi
politik di Indonesia sangat buruk dengan
ditengarainya berbagai masalah korupsi, birokrasi, bahkan demokrasi. Maka,
sekarang ini banyak orang mengatakan bahwa politik itu kotor, politik itu jelek
padahal menurut pandangan islam, politik itu tidak kotor, politik itu tidak
jelek, politik itu adalah suatu keharusan fitrah, tidak ada orang di dunia ini
yang tidak terlibat dalam kegiatan berpolitik dari mulai anak-anak, remaja,
sampai orang dewasa baik itu menjadi pengikut keputusan politik ataupun menjadi
pembuat keputusan politik, setiap hari tidak disadari kita melakukan yang namanya politik,
jadi politik itu tidak hanya milik para
tokoh elite tetapi milik setiap insan yang berjiwa. Politik membawa pengaruh
yang sangat vital dalam bangsa ini, politik Indonesia merupakan politik musiman
yang akan terlihat ketika musim politik tiba dan akan sepi ketika musim politik
belum datang.
Perpolitikan Indonesia kini masih di pegang oleh para aktor yang sudah biasa
berkecimpung di media politik, maka dari itu kini saatnya Indonesia berubah yakni
lewat para generasi muda, yang muda yang berpolitik itulah slogan yang dapat
menjadi renungan terlebih bagi para pemuda Indonesia yang menjadi simbol
perubahan bangsa ini. Banyak orang berpendapat bahwa politik sangat kental
dengan yang namanya kekuasaan ketika di hadapkan kepada masalah birokrasi di
Indonesia, memang benar argumen seperti itu tetapi permasalahannya sekarang
apakah hanya orang-orang atas saja yang boleh berbicara politik sedangkan
kalangan bawah hanya menerima saja kekuasaan tokoh-tokoh elit, kalau seperti
ini apa yang dimaksud dengan demokrasi di Indonesia yang selalu di gembor
gemborkan setiap musim politik datang, demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan
untuk rakyat. Inilah saatnya pemuda tampil dengan membawa panji-panji kerakyatan
untuk membicarakan masalah politik kepada publik. Karena apa? karena pemuda itu
mempunyai karakter yang berbeda, pemuda yang berkarakter adalah pemuda yang
mempumyai tanggung jawab terhadap bangsanya, pemuda yang mempunyai
intelektualitas yang tinggi dan mempunyai jiwa
kebaikan, jiwa kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan serta semangat yang
kuat. Inilah salah satu karakter yang
harus dimiliki para pemuda Indonesia untuk menjadi agen of change, agen of
control, sebagai tonggak perubahan perpolitikan di Indonesia, pemuda harus
berani menyuarakan politiknya yaitu politik yang bersih dan politik yang sehat agar bisa merubah bangsa
ini dari ketidaksehatan politik kaum-kaum elit, saat ini Indonesia butuh
pemikiran – pemikiran yang fresh, pemikiran yang sehat yang tidak mengedepankan
golongan masing-masing itulah tugas pemuda Indonesia saat ini. Tidak semudah
membalikkan telapak tangan untuk masalah seperti ini, memang membutuhkan waktu dan proses yang lama untuk
membentuk karakter pemuda yang mumpuni, yang punya karakter sebagai agen of
change, agen of control dalam perpolitikan Indonesia.
Pemuda
adalah senjata bagi bangsa Indonesia, pemuda merupakan pemimpin masa depan yang
harus dijaga, dibina karena mayoritas pemuda sekarang sudah banyak
terkontaminasi dengan hal – hal yang jauh dengan almamater bangsa Indonesia,
budaya bangsa barat sangat berkembang di bangsa ini. UUD sudah banyak yang di
hiraukan, pancasila sudah jarang di amalkan, rasa nasionalisme sudah mulai
memudar, slogan bhineka tunggal ika sekarang hanya tinggal slogannya, kemanakah
bangsa ini selanjutnya kalau pemuda yang menjadi harapan tidak bisa di
handalkan? Indonesia sekarang dalam keprihatinan yang sangat serius, mereka
mungkin sudah mengenalnya, tapi belum sepenuhnya menghayatinya. Untuk membentuk
pemuda yang siap membawa perubahan Indonesia menuju ke arah kemajuan politik,
ada 4 ( empat ) pilar yang sangat urgen dalam masalah ini, para pemuda dan
mahasiswa harus mengetahui, menghayati, dan mengamalkan empat pilar tersebut
yaitu UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, dan Bhineka
Tunggal Ika. Keempat pilar inilah yang akan membentuk karakter pemuda Indonesia
yang sekarang ini keempat pilar itu mulai dikesampingkan, banyak yang hafal
tetapi tidak di amalkan. UUD 1945 yang menjadi dasar yang sangat fundamental
dalam Negara ini dalam mengatur rakyatnya, yang menjadi landasan utama sudah
banyak yang melanggar, bahkan para tokoh elit negara akhir - akhir ini seperti
belomba - lomba dalam melanggar aturan negaranya sendiri, sungguh ironis
rasanya dan inilah hal yang harus di hindari oleh pemuda Indonesia, tidak hanya
mengetahui dan menghafal akan tetapi juga menghayati dan diamalkan UUD 1945
yang menjadi warisan bangsa ini. Pendidikan yang kuat dan pendampingan perilaku
secara konsisten perlu di terapkan dalam rangka membina pemuda yang berkarakter
yang tahu akan UUD 1945 dan mengamalkanya. Yang kedua yaitu Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Pemuda yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan
sekarang ini, harus di bekali dengan rasa nasionalisme dan patriotisme yang
tinggi terhadap bangsanya supaya tidak mudah terdoktrin oleh bangsa asing. Rasa
cinta terhadap bangsanya sendiri harus ada sejak dini, nasionalisme dan
patriotisme sudah ada dari dulu, kita mengetahui bahwa bangsa ini lahir karena
adanya rasa nasionalisme dan patriotisme para pejuang tanah air dalam mengusir
penjajah, sikap inilah yang harus di jaga hingga sekarang untuk mewujudkan
cita-cita bangsa Indonesia.sekarang ini banyak kepentingan rakyat yang tersingkir. Bahkan, nasionalisme
dan patriotisme terkikis serta pembangunan menjadi sangat pragmatis, bung karno
pernah mengatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mengingat sejarah
bangsanya sendiri, sejarah bangsa ini yaitu hasil dari nasiolisme dan
patriotisme dulu yang harus kita hargai untuk menjadi bangsa yang besar, inilah
pentingnya rasa nasionalisme dan patriotisme dalam membentuk karakter bangsa.
Yang ke tiga yaitu Pancasila, dari mulai anak – anak, pemuda, sampai orang
dewasa sudah banyak yang hafal ke lima sila ini, hanya saja kurang adanya
penghayatan dan pengamalan dari isi sila – sila tersebut jadi pemahaman
seseorang hanya sebatas pemahaman normative,inilah permasalahan kita dan inilah
tugas kita bersama khususnya pemuda Indonesia yang perlu mendapatkan pelajaran
tentang isi dan pengamalan pancasila untuk membangun karakter yang berlandaskan
pancasila sebagai ideologi Negara Indonesia yang pertama dan utama dan ini akan
menciptakan karakter bangsa apabila isi butir – butir pancasila di amalkan
dalam kehidupan sehari - hari. Yang keempat yaitu Bhineka Tunggal Ika yang
menjadi slogan di bawah burung garuda ini mempunyai arti yang sarat akan
filosofinya, berbeda – beda tetapi tetap satu jua inilah slogan bangsa kita
yang sangat bermakna di tengah – tengah keragaman budaya Indonesia, sebuah
perbedaan kadang bisa menjadi perpecahan di antara satu sama lain, Indonesia
kita tahu bahwa di Negara ini tidak hanya ada satu golongan yang tumbuh tetapi
beragam golongan ada di Indonesia inilah fitrah yang harus di jaga karena
dengan perbedaan itu kita dapat saling mengenal dan toleransi supaya kesatuan
bangsa ini tidak pecah. Salah satu penyebab perselisihan antar dua golongan
adalah adanya pihak ketiga yang memang sengaja ingin merusak keharmonisan
masyarakat. Hal tersebut menjadi sangat penting untuk di kaji karena dengan
bersatunya semua golongan di Indonesia akan lebih mudah dalam mewujudkan cita –
cita bangsa, salah satu cara untuk membentuk karakter yang bhineka tunggall ika
yaitu dengan toleransi, dengan toleransi kita dapat memahami perbedaan yang ada
dan kita bisa lebih menghargai dan meenghormati perbedaan tersebut.
Empat
pilar itu harus menjadi jiwa yang nilai-nilai luhurnya dapat diimplementasikan
menjadi budaya yang senantiasa dihayati diamalkan dan dilestarikan. Dalam upaya
membudayakan nilai-nilai empat pilar pada masyarakat luas, tentu harus
didahului dari masing-masing agar menjadi teladan sekaligus mitra bagi
masayrakat dengan mengenal, memahami serta mengamalkan nilai-nilai empat pilar
secara utuh dan konsisten.
Disinilah peran pemuda sebagai generasi masa
depan. Mereka harus mengetahui, menghayati, dan meyakini cita-cita bangsa ini
yang ingin merdeka dan perlu membentuk negara Indonesia. Pemuda harus peka
bilamana pengelola negara melenceng dari koridor cita-cita bangsa tersebut,
termasuk peka terhadap penyalahgunaan wewenang.
Kholil Arkham H

Yogyakarta Time